Penyakit Jantung Incar Usia Muda, Waspadai Gaya Hidup Kekinian yang Tidak Sehat!

By
hidroponikcirebon

DATA World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler yang terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Menurut Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesa pada 2014, penyakit Jantung Koroner (PJK) di Indonesia menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%. Kebanyakan pasien penderita penyakit jantung koroner mengalami kerusakan otot jantung yang yaitu terdapat sumbatan arteri koroner, kondisi ini disebut penyakit jantung iskemia atau infark. Jika terjadi sumbatan pada arteri koroner, pasien dapat menjalani tindakan intervensi non-bedah (Minimal Invasive) yaitu pemasangan stent atau yang bisanya disebut ring pada jantung.

Penyakit jantung bisa terjadi kepada siapa saja. Tua, muda, jika pola hidup tidak sehat dapat berisiko tinggi terkena penyakit mematikan ini. Menurut dokter spesialis jantung, dr. Wishnu Aditya, Sp. JP (K), FIHA, sekarang banyak pasien penderita penyakit jantung dari kalangan muda.

“Prevalensi paling tinggi adalah usia 50 tahun keatas, pada masalah jantung. Tetapi ternyata sekarang makin lama yang masih muda sudah terkena serangan jantung, usia 42, 43, 38, 36, dan ini juga terjadi di seluruh dunia”, kata dr Wishnu saat diwawancarai Okezone dalam acara konferensi media “Solusi Minimal Invasive” yang diselenggarakan oleh RS Pondok Indah Group, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 29 Agustus 2018.

Perubahan lifestyle menjadi faktor penyebab seseorang terkena penyakit jantung. Pola makan yang tidak sehat dan teratur, seringnya makan makanan cepat saji, kurang berolahraga menjadi alasan penyebab penyakit jantung. Selain itu, faktor risiko utama penyebab penyakit jantung adalah merokok.

“Sementara ini memang yang dihubungkan adalah faktor perubahan lifestyle. Jadi pola makan yang kebanyakan makan fast food, banyak makan yang tinggi karbohidrat, kemudian tidak seimbang lagi dietnya, kurang olahraga, dan faktor risiko utamanya adalah merokok”, jelasnya

Untuk itu, seimbangkan kebutuhan makanan Anda, seringlah berolahraga, hindari konsumsi makanan cepat saji, dan jauhi merokok!

(hel)

Sumber Berita : www.okezone.com

Datautama.NET.ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Datautama.NET.ID

You may also like

Hot News