GroundBreaking Jembatan Gantung Desa Ciledug Wetan Senilai Rp. 7.6M

By
hidroponikcirebon

RMOLJabar. Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra menyebutkan, saat ini Kabupaten Cirebon masih memerlukan 16 Jembatan Gantung (Jemtung). Jemtung harus segera dibangun untuk mempermudah aktifitas dan menunjang mobilitas masyarakat.

Sunjaya mengaku, Pemkab Cirebon sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meminta dibuatkan jembatan penghubung di 18 titik.

Dari proposal yang diajukan tersebut, saat ini baru terealisasi 2 titik. Jemtung yang sedang dibangun, yaitu di Ciledug dan Ciwaringin di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VI.

“Secara tekhnis, dalam hal ini Pemkab Cirebon hanya sebagai penerima manfaat, kita tidak terlibat dalam pembangunannya, hanya nanti setelah selesai dibuat asset tersebut, kemudian akan diserahterimakan dan menjadi asset milik Pemkab Cirebon,” ungkap Sunjaya saat ditemui wartawan di sela-sela acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jemtung di Desa Ciledug Wetan, belum lama ini.

Orang Nomor 1 di Kabupaten Cirebon ini menambahkan, atas nama Pemkab Cirebon menghaturkan sangat berterimakasih dengan dibangunnya 2 Jemtung di Kabupaten Cirebon tersebut. Pasalnya, dengan dibangunnya jembatan tersebut akan menguntungkan warga, terutama untuk mempermudah aktifitas dan mobilitas warga.

“Harapan saya, dari proposal pengajuan bisa terealisasi semuanya, kita tidak punya target kapan pembangunan untuk 16 jembatan gantung lainnya tersebut akan dilakukan, karena kewenangan sepenuhnya ada di pemerintah pusat, mudah-mudahan secepatnya,” harapnya.

Jemtung tersebut akan dibangun dengan anggaran dari APBN sebesar 7,6 miliar dengan bentangan jembatan sekitar 72 meter dengan lebar 4 meter. Dalam pelaksanaannya nanti pelaksana pekerjaan di beri waktu sampai dengan akhir Desember 2018 tanpa opsi perpanjangan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VI Hari Suko Setiono menjelaskan, pembangunan Jemtung ditargetkan akhir 2018 harus rampung sebab menggunakan biaya APBN Murni.

“Ini makanya saya dorong terus agar cepat dikerjakan dan harus selesai agar bisa langsung dimanfaatkan, harus selesai di akhir tahun, anggarannya dari APBN murni, kita tidak mau ada perpanjangan waktu,” kata Hari.

Terkait selisih antara nilai pagu dan hasil lelang yang hampir sekitar Rp 2 miliar, Hari menuturkan hal tersebut bukanlah hal yang aneh. Secara mekanisme, lelang dilaksanakan dengan sifat terbuka dan bebas tapi syarat dan ketentuan tetap berlaku.

Berdasarkan keterangan di LPSE Kementrian PUPR nilai pagu paket pekerjaan tersebut senilai Rp 9,6 miliar dan berhasil dimenangkan oleh PT Bangun Nusa Raya.

“Kalau saya lihat ya nilai lelang itu sekitar 80 sampai 90 persen dari nilai pagu, ini kan persaingan, yang paling murah yang menang, tapi tentunya dengan tidak menurunkan kualitasnya, karena item dan speknya sudah kita tentukan,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi mengatakan, pembangunan jemtung tersebut bermula dari aspirasi masyarakat yang diserap sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Ciledug.

Disebutkannya, realisasi Jemtung yang bersumber dari APBN Murni, selain di Cirebon, juga di Indramayu. Total Jemtung yang dibangun secara bersamaan ada 4 unit.

“Hari ini bukan hanya di Ciledug, groundbreaking juga dilakukan di beberapa titik lainnya di wilayah Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Totalnya ada empat titik, dua di Cirebon dan dua di Indramayu,” demikian Yoseph. [ald]

 

Sumber Berita : rmoljabar.com

Datautama.NET.ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Datautama.NET.ID

You may also like

Hot News